Melihat Api Bekerja: Kumpulan Puisi

M. Aan Mansyur


Melihat Api Bekerja: Kumpulan Puisi

Melihat Api Bekerja: Kumpulan Puisi

  • Title: Melihat Api Bekerja: Kumpulan Puisi
  • Author: M. Aan Mansyur
  • ISBN: 9786020315577
  • Page: 228
  • Format: Paperback



Aku benci berada di antara orang orang yang bahagia Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata kata mereka tidak mengatakan apa apa Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik baik saja Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka.Aku senang berada di antara orang orang yang patah hati Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berAku benci berada di antara orang orang yang bahagia Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata kata mereka tidak mengatakan apa apa Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik baik saja Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka.Aku senang berada di antara orang orang yang patah hati Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya Mereka tahu apa yang mereka cari Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri Menikmati Akhir Pekan Aan adalah salah seorang dari dua atau tiga penyair kita yang berhasil memaksa kita dengan cermat mendengarkan demi penghayatan atas keindahan dongengnya Sapardi Djoko Damono


Recent Comments "Melihat Api Bekerja: Kumpulan Puisi"

SAJAK-SAJAK TENTANG ORANG KOTA YANG TAK PUNYA WAKTU MEMBACA SAJAK“The book to read is not the one that thinks for you but the one which makes you think.”─Harper LeeDALAM menciptakan puisi, kata penyair Abdul Hadi, seorang pengarang yang lihai menggantungkan diri pada tiga hal dasar: “intelektualitasnya”, “pengetahuannya yang luas”, dan “ketrampilannya dalam bahasa”. Ada dua lagi yang penting setelah itu, yaitu “kontemplasi” dan “aksi”. Saat mengingat kembali soal itu, p [...]

Barangkali hal patah hati, sepi dan rindu itu agak indah di mata penulis-- orang yang patah hati itu jujur (dan berbahaya), katanya. Kisah-kisah dongeng dalam nada bermetafora, seakan menonton drama di hujung minggu.Banyak sekali kata-kata penulis yang saya gemar--"Cintaku kepadanya melampaui jangkauan kata. Aku cuma mampu mengecupkannya dengan mata.""Aku ingin diam-diam mencintainya seperti benda kecil yang sengaja menjatuhkan diri dan berharap tidak pernah ditemukan.""Jika mimpi datang, aku in [...]

Masih ingat kan sama konsep tekanan yang kita pelajari di fisika waktu SMP?. Tekana berbanding lurus dengan gaya dan berbanding terbalik dengan luas bidang permukaan yang dikenai gaya tersebut. Nah, makin sempit luas bidang permukaan yang menderita gaya, maka semakin besar tekanannya. Entah mengapa teori tentang tekanan itu melintas di fikiran saya saat membaca puisi-puisi dalam buku ini. Saya merasakan 'gaya' yang kuat ketika membaca puisi-puisi yang pendek, yang hanya terdiri dua tiga bait. Ba [...]

"Dia meninggalkanmu agar bisa selalu mengingatmu. Dia akan pulang untuk membuktikan mana yang lebih kuat, langit atau matamu." - Menenangkan Rindu."Jika kau ingin mengucapkan selamat tinggal, lakukan seperti matahari tenggelam," kataku kepada diri sendiri.Sampai ketemu besok pagi. Lagi." - Kepada Kesedihan."Aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari. Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri [...]

Puisi-puisi yang baik dan indah. Prosa kegemaranku - "Aku tidak percaya kepada orang-orang yang senang memamerkan kebahagiaan keluarga mereka. Hiburan dan liburan. Pakaian dan kota-kota asing. Senyuman, pelukan dan berlembar-lembar foto keluarga. Mereka kaca buram yang mudah pecah. Buah-buahan yang tidak dikupas. Barang-barang mewah yang takut ketinggian. Ketika kesedihan menyentuh hidup mereka, semesta adalah kesalahan"

aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. mereka tahu apa yang mereka cari. mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri. (menikmati akhir pekan, hlm. 125)suka sama kata-kata dan (yang jelas) gambar di dalamnyarlu waktu lama untuk "menemukan" lagi buku ini, dengan dalih "pernah dipinjam seseorang yang belum sempat saya tanyakan cintakah aku padamu".

Yang paling kusuka: Menenangkan Rindu, Sejam Sebelum Matahari Tidak Jadi Tenggelam, Menikmati Akhir Pekan, Menyimak Musik di Kafe, dan Melihat Api Bekerja. :DTerima kasih untuk untaian katanya yang indah.Hm, dan terima kasih juga untuk kamu.Iya, kamu.

Aku bukanlah tipikal orang yang bisa membaca dan memaknai puisi. Aku percaya kalau indahnya puisi terletak pada apa yang tersirat, bukan yang tersurat. Namun, yang namanya rasa penasaran ternyata tidak bisa dibendung juga. Nama Aan Mansyur belakangan menjadi ramai diperbincangkan karena didapuk menjadi penulis puisi untuk sekuel Ada Apa Dengan Cinta. resensi lengkapAku tidak bisa memberi saran kali ini. Harga bukunya memang tidak mahal. Nama Aan pun aku rasa sudah bisa menjadi jaminan akan kuali [...]

sempat ketemu Aan sewaktu minum pagiaku harus masuk ke ruang merokok. nah itu dia Aan yang santai bersahaja. Orang kuat MIWF 2016 anak lokal yang aku kagum. Aku jadi terfikir gimana sih dia bisa ketemu ayat ayat kayak gitu's a poem but it's not, it;s a prose yet it's sounds poeticlasnya aku kagum banget!!!foreword dari penyajak veteran itu juga sangt mengagumkan. Ianya seolah olah kelas mini 'bagaimanana menulis sajak telus".All the best Aan Masyur. to come from you setelah Tidak Ada New York ha [...]

Puisi ibarat kumpulan udara yang menyesakkan paru-parumu hingga meluap. Meledak dan memenuhimu dengan euforia dan ketenangan yang maha hebat. Sama seperti membaca tulisan-tulisan Aan di sini, membuat saya merindu sekaligus takut kehabisan waktu menikmati tiap kalimatnya.

What should I say? I am melted by these poems. Dan ilustrasinya membuat saya terpana.

Aku lebih suka dengan buku puisi M. Aan Mansyur ini berbanding buku yang sebelum.Puisi-puisi yang ditulis terasa senang duduk di celah hati. Ada beberapa puisi yang buat hati terjentik. Tambahan lagi dengan lukisan-lukisan yang diletak-sama di dalam naskah ini, menambahkan lagi mood untuk mendalami perasaan buku ini.Owhh ya, aku juga ada ketemu dengan M. Aan Mansyur sewaktu PBAKL yang lalu. *sila cemburu!*Pendek kata, aku suka dengan buku ni.Titik!

I feel like a plankton next to the immensity and depth of this book *sighs*

Buku Aan yang kedua saya baca selepas Kepalaku: Kantor paling sibuk di dunia. Kali ini, puisi-puisi Aan tampil berbeza daripada yang lepas, berbentuk seakan-akan prosa (atau mungkin prosa-puisi?) selain daripada susunan yang kemas dan grafik, saya menyukai judul-judul puisi yang disertakan. Namanya cukup romantis: Langit dan Laut di Timor, Sejam sebelum matahari tidak jadi tenggelam, Jalan yang berkali-kali kau tempuh, Kau membakarku berkali-kali, dll. Saya bukanlah peminat puisi, jadi saya agak [...]

bila aku bisa terlahir kembali, aku ingin terlahir sebagai puisi di halaman-halaman buku ini. barangkali sebagian diriku menjadi ilustrasi-ilustrasi indah yang mendampingi puisi-puisi itu.Aan Mansyur menyihir dengan puisi yang bukan seperti Sapardi, bukan pula seperti penyair angkatan 45, tetapi ia penyair yang lahir di era kebahagian adalah kebohongan, kebohongan adalah kebodohan membunuh anak kecil dalam dirimu sendiri, sendiri adalah lagu paling sedih, sedih adalah guratan takdirmu dan ibumu, [...]

Beberapa orang bilang: "Buku yang bagus adalah buku yang bisa membuatmu berpikir dan ingin menulis." Dalam syarat semacam itu, buku ini benar-benar bagus menurut saya. Barangkali karena sudah terlampau lama tidak membaca kata-kata berima, saya kesulitan mencerna isi buku ini. Atau juga karena saya terlalu banyak berpikir (tentang maksud buku ini) hingga lupa menikmati puisinya. Yang jelas, ini adalah buku Aan Mansyur pertama yang saya baca dan saya menikmati tiap cerita dalam puisi-puisinya. Ilu [...]

Bacanya udah lama banget, lupa di-rate di sini :DSaya bukan penikmat puisi, bacanya pun kadang cuma buat gaya-gayaan :p malah saya pernah diledek temen saya yang penggila puisi & sastra, pas tau saya beli Hujan Bulan Juni cuma buat pamer di socmed x))Tapi saya akui kalau puisi-puisi di dalam buku ini feels-nya nyampe ke saya, meski banyak juga yang bikin dahi saya berkerut.Yang terfavorit, puisi yang berjudul Menikmati Akhir Pekan.

Melihat Api Bekerja adalah melihat bagaimana puisi bekerja dan memesona pembacanya. Ulasan singkat di dionyulianto/20

indah sekali buku puisi ini.puisinya, hurufnya, gambarnya, tata letaknya, warnanyangingatkanku pada semua-semuanyambuatku resah entah pada lelaki yang mana. hahaha.

ga terlalu suka puisi sih. jadi cuma mau kasih 3,5 bintang. tapii sekalian 4 aja deh buat ilustrasinya yg kece badai :))

Much better than Tidak Ada New York hari ini.

Sialan kau Aan Mansyur ! Sialan !Membaca puisi-puisinya membuat saya merasa begitu pedih. Pedih ! Tapi pedih ini membahagiakan. Entahlah. Tapi memang begitu.Setiap kali hendak membaca satu bait, saya menarik nafas dalam-dalam. Siap-siap ditikam. Siap-siap dikoyak sajak-sajaknya. Dan meski sudah bersiap-siap, tetap saja saya harus berkali-kali memegangi dada lagi dan lagi.Membuat diri sendiri sedih ternyata sangat menyenangkan. Kurang ajar kau Aan Mansyur. Kurang Ajar !Sebetulnya bukunya tipis. H [...]

Membaca Melihat Api Bekerja karya M. Aan Mansyur serasa membaca kumpulan cerita yang dipuisikan, dengan kalimat-kalimat serta kata-kata sambung yang sering kali dipecah-pecah secara sembarangan demi memunculkan rima yang teratur. Dalam setiap puisinya, Aan menarasikan bukan hanya perenungan dan perasaan, tetapi juga kritik dan sindiran terhadap hal-hal yang bisa jadi kita anggap “biasa saja” dan tidak perlu dipermasalahkan. Layaknya buah karya seniman pada umumnya, Melihat Api Bekerja, jika [...]

363 - 2017

buku puisi paling sering saya ulang baca ulangsampai sampai lapuk di tangan- -berpuisi seolah berceritamenyenangkan - -bacalah

Aku tidak ingin mendengar kabarpemakamanmu. Biar tubuhkudan seluruh isinya yang tercuri.Hiduplah kau.--Melihat Peta, halaman 37Aku sudah lama mengidam-idamkan untuk memiliki buku ini, lama sekali sejak ia dirilis. Sekarang aku sudah mentuntaskannya. Sejujurnya, aku terpana dalam ketidakmengertian.Buku ini berisi 54 puisi. Jika kau membandingkannya dengan Tidak Ada New York Hari Ini, maka sesungguhnya kau sedang melakukan sebuah kesalahan. Sajak-sajak dalam buku ini menjadi seseorang yang asing s [...]

Nanti malam, aku tak mau menutup mata jendela. Akan aku biarkan ia menatap mata bulan, tempat barangkali kau menitip rahasia.Sementara yang menetap di luar aku, segalanya dendammu. Memendam dendam, kata ibuku, seperti meminum segelas racun dengan harapan membunuh orang lain.Aku tidak ingin mendengar kabar pemakamanmu. Biar tubuhku dan seluruh isinya yang tercuri. Hiduplah kau.Resensi selengkapnya bisa dibacadi sini

Pertama kali bertemu Aan waktu masih jadi mahasiswa. Dapet undangan bedah buku Aan di Ultimus, Bandung. Masih inget waktu dia cerita, orang Bandung langsung memanggil namanya tanpa harus berkenalan. Aa, bade ka mana? Tanpa huruf "n" penulis buku ini memang sudah terkenal di Bandung. Semenjak pertemuan itu menjadi pembaca setianya, sampai pada buku ini. Sederhana dan membekas.Sukses terus, Aa.

Pertama kali baca kumpulan puisi kayak gini dan aku jadi jatuh cinta. Puisi dan ilustrasinya saling melengkapi. Keren banget ❤Berikut kutipan dari salah satu puisi di Melihat Api Bekerja yang mewakili perasaanku setelah membaca kumpulan puisi ini:"Puisi adalah pasangan bercinta yang kasar--kadang seperti perkelahian yang menggairahkan. Ada kalanya puisi seperti cinta. Tidak tahu di mana harus berhenti."

Kadang harus malu dia akuiTak sepenuhnya dia bisa memahami arti sebuah puisiTapi harus lega dia akuiDibalik rasa malu itu terungkap sebuah rasa geloraJiwa terasa lain saat dia menyerap puisi yang rasanya tak ia pahami seutuhnyaRasanya dia harus membawa buku-buku puisi lain


  • [PDF] ð Unlimited ☆ Melihat Api Bekerja: Kumpulan Puisi : by M. Aan Mansyur Î
    228 M. Aan Mansyur
  • thumbnail Title: [PDF] ð Unlimited ☆ Melihat Api Bekerja: Kumpulan Puisi : by M. Aan Mansyur Î
    Posted by:M. Aan Mansyur
    Published :2018-09-06T07:30:57+00:00